<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Goresan Perjalanan</title>
	<atom:link href="http://pradipta25.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pradipta25.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah lembar tetesan tinta perjalanan mengarungi dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Dec 2010 06:29:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pradipta25.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Goresan Perjalanan</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pradipta25.wordpress.com/osd.xml" title="Goresan Perjalanan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pradipta25.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hubungan Sudut Pandang</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/12/21/hubungan-sudut-pandang/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/12/21/hubungan-sudut-pandang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 06:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelajaran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Buka arsip lama, nemu tulisan yang dulu. Sudah lama juga tidak posting, daripada tidak posting sama sekali, jadi lebih baik posting ini. Apa yang ada dipikiran Anda jika ada kata Ta’aruf melalui benak Anda? Apakah ta’aruf merupakan proses perkenalan dengan pasangan sehingga lebih siap menerima dia apa adanya? Atau ta’aruf merupakan pelengkap ibadah? Atau hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=96&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buka arsip lama, nemu tulisan yang dulu. Sudah lama juga tidak posting, daripada tidak posting sama sekali, jadi lebih baik posting ini.</p>
<p>Apa yang ada dipikiran Anda jika ada kata Ta’aruf melalui benak Anda? Apakah ta’aruf merupakan proses perkenalan dengan pasangan sehingga lebih siap menerima dia apa adanya? Atau ta’aruf merupakan pelengkap ibadah? Atau hanya sekedar kedok maupun alasan untuk berzina?</p>
<p>Kata teman saya yang sering mengkritisi tentang penggunaan kata yang tidak seharusnya pada tempatnya, dia mengatakan bahwa kata ta’aruf sekarang hanya menjadi kedok untuk berzina. Secara logis pikiran saya, saya sependapat. Saya menyetujui dengan alasan yang dia sampaikan menggunakan pikiran dalam benak dan nurani saya.</p>
<p>Sebagai contoh, ada sinetron yang katanya berjudul Ta’aruf, namun isi yang ada tidak mencontohkan hal yang baik. Saya memang tidak melihat secara langsung, karena alibi ini dari teman saya itu. Jika dari saya, kenapa ta’aruf bisa menjadi salah kaprah dalam praktiknya ialah adanya unsur yang tidak pas. Ikatan dalam ta’aruf bukan ikatan resmi dan menghalalkan seperti ikatan akad nikah. Namun dalam praktik proses ta’aruf banyak diantara yang melakukan kontak fisik, misalnya berpegangan tangan yang sebenarnya belum menjadi muhrimnya. Itu merupakan contoh kecil.</p>
<p>Jika Anda keberatan dengan pendapat saya, saya bisa mengerti karena dunia selamanya diisi oleh perbedaan pendapat. Anda mungkin lebih condong memilih ta’aruf sebagai perkenalan, namun sejatinya perkenalan tersebut untuk jenjang akad nikah, jenjang lebih kuat, lebih sakral, lebih berguna, bukan untuk sekedar bermain-main dengan perkenalan itu sendiri. Dan pertanyaan saya berikan, “Siapkah Anda menikah, menuju jenjang kesakralan dalam waktu dekat karena Anda telah berta’aruf?” dan “Siapkah Anda, jika akhwat menerima lamaran pasangan Anda dalam waktu dekat, dan jika ikhwan melamar pasangan Anda dan segera menghalalkan hubungan tersebut?”. Jika pertanyaan tersebut Anda jawab dengan jawaban “IYA” maka bolehlah Anda menyebut hubungan Anda sebagai ta’aruf. Jika Anda menjawab “TIDAK atau BELUM” maka dengan tegas dapat dikatakan Anda mempermainkan kata ta’aruf sebagai kedok Anda dalam berzina.</p>
<p>Mungkin kata yang saya gunakan terlalu tajam, memang saya belum paham secara mendalam tentang detail-detail tertentu dalam keunikan agama saya, namun agama saya merupakan agama yang dapat dinalar, dapat dipikirkan dengan logis dan proses yang runtut. Tidak berisi keajaiban-keajaiban kosong yang entah darimana asalnya. Maaf jika saya menyinggung perasaan Anda saat membaca tulisan ini. Bukan bermaksud menyudutkan Anda, hanya mempertanyakan, mungkin dengan alasan yang akan Anda sampaikan, saya dapat melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Karena jujur, sebagai manusia, saya memiliki sudut pandang yang masih sempit. Saya ingin Anda mengisi dan melebarkan sudut pandang saya dengan alasan yang Anda sampaikan.</p>
<p>Kembali pada pembahasan, lebih baik secara jujur mengatakan hubungan tersebut merupakan pacaran atau yang lain, bukan dengan ta’aruf jika ternyata Anda belum siap melakukan hubungan lebih lanjut. Jujur toh tidak ada ruginya. Daripada berujung dengan pertanyaan yang akan membuat Anda merasa lebih tidak siap. Mengatasnamakan kebersihan kata ta’aruf demi kepentingan yang tidak logis akan berakibat buruk. Atau hanya untuk mengutamakan nafsu, na’udzubillah…</p>
<p>Cukup sekian mungkin tulisan ini terketik pada tuts keyboard saya. Jika ada pikiran lebih lanjut saya akan menambahkannya nanti. Terima kasih telah bersedia membaca tulisan ini. Mohon maaf jika ada salah, karena kesalahan murni dating dari diri saya, tidak saya sengaja buat, hanya kodrat manusia yang selalu salah, dan Allah swt lah yang maha benar dan maha mengampuni.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/pelajaran-hidup/'>Pelajaran Hidup</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=96&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/12/21/hubungan-sudut-pandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dikerjai&#8221; Cinta</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/12/11/dikerjai-cinta/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/12/11/dikerjai-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 16:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mozaik Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Serpihan Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya bisa nulis lagi. Setelah absen karena begitu banyaknya pekerjaan didunia nyata, maka dunia maya terbengkalai. Tapi lega karena bisa nulis lagi dan curhat lagi dengan tulisan ini karena beberapa waktu ini kegalauan sedang menyerang, jadi mungkin tulisan kali ini sedikit menggambarkan bagaimana perasaan saya saat ini. Apa yang dikerjakan CINTA? Sebuah sesembahan baru sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=93&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya bisa nulis lagi. Setelah absen karena begitu banyaknya pekerjaan didunia nyata, maka dunia maya terbengkalai. Tapi lega karena bisa nulis lagi dan curhat lagi dengan tulisan ini karena beberapa waktu ini kegalauan sedang menyerang, jadi mungkin tulisan kali ini sedikit menggambarkan bagaimana perasaan saya saat ini.</p>
<p>Apa yang dikerjakan CINTA? Sebuah sesembahan baru sekarang ini. Apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan sekarang adalah teriakan-teriakan lantang, tamparan-tamparan keras bagaimana cinta itu disembah, diagung-agungkan, dan dipuja selayaknya dewa yang menguasai semua bidang. Bahkan para sastrawan yang paling andal hingga anak-anak semua membicarakan cinta seakan cinta adalah sesuatu yang paling murni.</p>
<p>Saya tidak habis pikir, mengapa kekuatan cinta begitu dahsyat. Mengapa dengan cinta kita dapat merasakan kekuatan dan kebahagiaan? Mengapa juga kita dapat merasakan sakit dan nyeri yang tiada tara saat cinta tiba-tiba berkhianat? Dan yang paling lucu dari itu semua, mengapa kita masih juga dapat menikmati setiap sakit yang ia berikan, mengapa kita masih dapat bahagia dengan segala kesengsaraan yang ia hadapkan, dan mengapa kita masih dapat tertawa diantara kepahitan yang ia suguhkan. Setidaknya hal itu terjadi terhadap saya sekarang ini. Bahkan otak dan logika saya yang saya andalkan, masih bertekuk lutut dan menyerah tanpa syarat dengan segala perasaan yang saya rasakan sekarang ini. </p>
<p>Saya menyebut hal itu tidak normal, namun semua itu berjalan selayaknya sesuatu yang normal. Saya disesatkan, namun juga diberi petunjuk. Saya hancurkan, namun juga dibangun. Saya dibuang, namun juga diperhatikan. Ternyata hanya perasaan yang tidak dapat dikendalikan oleh logika. Bagaimana hebatnya logika tersebut berjalan.</p>
<p>Kemudian ada lagi pertanyaan di kepala saya. Apa perbedaan antara SUKA dan CINTA? Saya bertanya kepada beberapa teman, tidak ada yang memberikan saya gambaran dan jawaban yang jelas. Semua berbelit dan abstrak bagai kedua kata tersebut di dalam kepala. Tidak ada kata-kata yang sanggup mendefinisikan arti suatu kata. Betapa congkaknya kata tersebut. </p>
<p>Namun yang saya yakin dan saya pahami, cinta itu adalah sesuatu yang penting. Bahkan ketika dihadapan pencipta kita, hanya cinta yang dapat menggambarkan apa yang kita maksud. Dan cinta yang utuh tanpa cacat adalah cinta Allah swt terhadap setiap ciptaan-Nya. </p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/mozaik-hati/'>Mozaik Hati</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/serpihan-pengalaman/'>Serpihan Pengalaman</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=93&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/12/11/dikerjai-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur Atas Kebodohan</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/29/bersyukur-atas-kebodohan/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/29/bersyukur-atas-kebodohan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 12:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah syukur dulu saya berikan kepada Allah swt karena telah memberikan apa yang telash saya terima selama ini. Saya sangat beruntung karena masih dapat menikmati dan menggunakan seluruh nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada saya selama ini. Sungguh tak ada sedikit pun sesuatu yang lolos dari perhatiannya. Bahkan saya masih dapat menulis di blog ini sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=81&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah syukur dulu saya berikan kepada Allah swt karena telah memberikan apa yang telash saya terima selama ini. Saya sangat beruntung karena masih dapat menikmati dan menggunakan seluruh nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada saya selama ini. Sungguh tak ada sedikit pun sesuatu yang lolos dari perhatiannya. Bahkan saya masih dapat menulis di blog ini sekarang termasuk syukur yang luar biasa yang telah Ia berikan kepada saya.</p>
<p>Sebenarnya saya menulis ini dalam keadaan mood yang turun, namun semoga saya masih ingat untuk mengucap dan merasa syukur kepada Allah telah memberikan semua ini. Bahkan syukur yang saya rasakan ini, saya masih merasa bersyukur untuk dapat memanjatkannya. <span id="more-81"></span></p>
<p>Kenapa saya merasa mood saya turun adalah sebuah tindakan yang benar-benar bodoh. Saya sebegitu hilang kontrolnya atas diri saya sendiri, sebuah kontrol yang sebenarnya saya pegang, bukan yang memegang saya. hal tersebut adalah saya merasa sebagai orang paling pengecut di dunia ini. Saya orang yang tidak dapat mengungkapkan apa yang saya rasa. Hanya lewat tulisan ini saja saya dapat menceritakan semuanya. Saya sungguh telah bodoh bertindak. Namun semua ini benar-benar mengganggu saya padahal saya ingat bahwa Allah tidak akan memberikan sesuatu yang buruk kepada saya, bahkan cobaan yang saya tidak bisa atasi.</p>
<p>Semua perasaan dan energi negatif yang ada disini hanya akan mengganggu orang lain. Namun apa yang akan terjadi jika saya pendam semua ini. Akan menghancurkan saya kah? Atau bagaimana jadinya jadinya jika saya ungkapkan ke orang lain? Apakah akan membuat kehancuran bagi orang lain lagi.</p>
<p>Saya tidak dapat membedakan baik dan benar dalam tindakan saya. Saya adalah orang yang berpikiran kadang berbeda dengan orang kebanyakan. Jadi jika ada orang lain yang merasa tersinggung atas tindakan saya, saya tidak bermaksud untuk melakukannya. Hanya karena jalan pikiran saya yang berbeda dengan orang lain lah yang membuat orang lain merasa saya salah. Namun saya menikmati semua itu. Ini lah diri saya apa adanya, terima atau tidak, semua adalah pilihan orang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=81&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/29/bersyukur-atas-kebodohan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Tertawa, Tawa Sesaat</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/26/saat-tertawa-tertawa-sesaat/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/26/saat-tertawa-tertawa-sesaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 14:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mozaik Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Saat senang, tertawa&#8230; Saat merasa lucu, tertawa&#8230; Saat hati tersenyum, tertawa&#8230; Saat bahagia, tertawa&#8230; Saat menderita, tertawa&#8230; Saat bersedih, tertawa&#8230; Saat hati teriris, tertawa&#8230; Saat berduka, tertawa&#8230; Saat ditertawakan, tertawa&#8230; Saat dihina, tertawa&#8230; Saat dicaci, tertawa&#8230; Saat dimaki, tertawa&#8230; Saat dipuji, tertawa&#8230; Saat dijunjung, tertawa&#8230; Saat disanjung, tertawa&#8230; Saat dihargai, tertawa&#8230; Saat melihat dunia, tertawa&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=75&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat senang, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat merasa lucu, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat hati tersenyum, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat bahagia, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat menderita, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat bersedih, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat hati teriris, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat berduka, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat ditertawakan, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dihina, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dicaci, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dimaki, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dipuji, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dijunjung, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat disanjung, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dihargai, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat melihat dunia, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat dilihat dunia, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat menginjak dunia, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat diinjak dunia, tertawa&#8230;</p>
<p>Saat tawa akhirnya direnggut,tertawa&#8230;</p>
<p>Karna kita tak tahu kapan tawa itu berhenti tertawa&#8230;</p>
<p>Saat tertawa tak lagi bisa, tertawa&#8230;</p>
<p>Karna tawa hal yang paling sederhana&#8230;</p>
<p>Sesaat tertawa, walau tawa sesaat&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/mozaik-hati/'>Mozaik Hati</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=75&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/26/saat-tertawa-tertawa-sesaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ideologi, Kemuliaan Dibalik Keburukan</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/02/ideologi-kemuliaan-dibalik-keburukan/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/02/ideologi-kemuliaan-dibalik-keburukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 15:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menuju Kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu sempat saya melihat perjalanan hidup atau biografi dari tokoh Uni Soviet yang ternama di salah satu stasiun TV swasta Indonesia. Tokoh tersebut adalah Mikhail Gorbachev. Dari yang diceritakan tentang riwayat kehidupannya tersebut, saya banyak belajar, bagaimana dari hanya keluarga petani bisa merubah dunia dengan semangat dan perjuangannya. Bagaimana otak dia bekerja luar biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=72&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat itu sempat saya melihat perjalanan hidup atau biografi dari tokoh Uni Soviet yang ternama di salah satu stasiun TV swasta Indonesia. Tokoh tersebut adalah Mikhail Gorbachev. Dari yang diceritakan tentang riwayat kehidupannya tersebut, saya banyak belajar, bagaimana dari hanya keluarga petani bisa merubah dunia dengan semangat dan perjuangannya. Bagaimana otak dia bekerja luar biasa hebat untuk memikirkan dan memperjuangkan masa depan. Sebuah kisah inspiratif dari orang hebat, namun jarang kita sebut. Bahkan namanya masih kalah dengan bintang-bintang hiburan yang muncul dilayar kaca.<br />
Namun bukan itu yang saya ingin angkat kali ini dalam tulisan ini. Yang saya ingin angkat adalah sistem komunis yang dianut oleh Mikhail Gorbachev tersebut. Namun sebelumnya, saya ingin menanyakan, siapa diantara pembaca yang sudah menjustifikasi bahwa komunis buruk? Siapa diantara pembaca yang mendapatkan didikan pada pendidikan tingkat dasar atau lanjutan bahwa komunis merupakan kejahatan? Disini saya berbicara secara netral, saya bukan anggota komunis jadi saya tidak ada ikatan untuk meninggikan komunis. Saya juga tidak ingin menjelek-jelekan komunis, karena baik buruk sesuatu hanya masalah sudut pandang pada akhirnya. Kembali kepada pembicaraan, saya menyimak dengan seksama saat biografi tersebut ditayangkan. Saya mendapatkan sesuatu yang menarik dari kisah Mikhail Gorbachev kecil. Karena asas dari komunis ialah kepemilikan bersama dan gotong royong, terlepas dari asas komunis yang tidak percaya adanya tuhan karena menurut mereka tuhan hanya akan membatasi mimpi mereka, semua yang dimiliki seseorang dan dapat dibagikan kepada sesama mereka, mereka akan membagikannya, tidak ada egoisme, tidak ada kata pelit. Sangat menarik menerut saya. Gorbachev kecil adalah merupakan cucu dari pejabat pembagi makanan di desa setempat dimana Gorbachev kecil dibesarkan. Dia sering membawa makanan saat kesekolah, roti, mentega, atau apapun itu. Namun dia membawa makanan itu bukan untuk dirinya sendiri, dia membagikannya kepada teman-temannya. Sungguh mulia, mengingat dia hanya putra dari seorang teknisi pertanian yang hidup sangat sederhana.Coba pikirkan jika dia mengambil semua itu untuk dirinya sendiri, dia tidak akan kekurangan. Sungguh ironis bukan jika kita memikirkan lebih lanjut dan membandingkan dengan kehidupan kita saat ini. Saat moderen ini, dimana demokratis digembar-gemborkan, dimana ideologi Pancasila digunakan di Indonesia, jarang kita lihat adanya kebersamaan dan kepedulian seperti itu. Ideologi yang kita anggap sempurna, ideologi yang katanya cocok dengan kepribadian Indonesia yang ketimuran, malah tidak ada budaya saling berbagi. Atau hanya karena masyarakat modern sekarang ini yang melupakan betapa indahnya berbagi? Yang telah mentidakacuhkan kenikmatan berbagi karena telah terkotori budaya materialisme dan individualisme? Sungguh tidak dapat dimengerti, sesuatu yang ditanamkan kepada kita bahwa itu merupakan keburukan menyimpan kemuliaan begitu rupa. Namun sayang, mata kita sebenarnya  seakan tertutup.<br />
Ada lagi kisah dari Gorbachev yang membuat saya berpikir jauh tentang kebaikan sistem Uni Soviet. Seperti kita tahu, Gorbachev merupakan anak dari keluarga yang sangat sederhana. Dia saat remaja, setelah Perang Dunia berakhir, ia merantau ke Moskow dengan koper yang ditata oleh ibunya tercinta untuk melanjutkan pendidikan di Universitas terkemuka di Moskow. Disana ia masuk kedalam fakultas favorit, fakultas hukum. Sangat berarti baginya yang hanya sekedar anak desa, dapat melanjutkan perjalanan meraih mimpinya di Universitas terkemuka dengan fakultas favorit. Coba kita bayangkan dan bandingkan, Gorbachev yang hanya seorang anak teknisi pertanian, dengan segala keterbatasan, dapat melakukan itu semua. Sungguh sistem yang luar biasa dibandingkan keironisan saat ini. Di Indonesia ada kabar terdengar bahwa anak berprestasi, bahkan mempunyai nilai-nilai yang bagus, terpaksa tidak dapat melanjutkan mimpinya karena terbentur biaya. Anak berprestasi dengan latar belakang keluarga menengah kebawah yang untuk makan saja sulit, dipersulitkan lagi untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar mimpinya. Seolah-olah dengan tega, api semangat dan cahaya mimpinya dipaksa untuk redup atau bahkan padam. Bagaimana bangsa ini dapat maju jika untuk sekedar melanjutkan pendidikan saja sulit. Padahal siapa tahu dimasa depan ia akan mengangkat derajat bangsa ini dimata dunia. Menjadikan sang macan Asia kembali mengaum atas prestasi yang ia berikan. Sistem yang ada sekarang ini, di Pancasila pada sila kelima disebutkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ditulis seakan-akan dibisukan. Dimana realisasi ideologi yang kita anut? Seakan, ideologi hanya merupakan idealisme yang luntur oleh waktu. Seakan keadilan yang kita anut hanya berlaku untuk kaum congkak yang duduk menindih kita. Seakan semua yang mereka lakukan adalah halal walaupun mereka menginjak dan membuat penderitaan orang-orang menderita bertambah. Dan yang tidak jauh dari itu semua, apakah bangku kuliah dimana idealiame kita dibangun, dimana kita ditunggu oleh jutaan orang di Indonesia merubah negri ini, dimana kita masih dapat merencanakan, dimana kita masih dapat berpikir kritis hanya untuk kalangan berduit saja? Apa yang akan dilakukan kaum merana yang bahkan secara statistik sangat besar? Apakah mereka hanya akan dibiarkan menunggu dengan tangan dibawah dagu kapan nasib mereka akan berubah? Akan disalurkan kemana potensi mereka yang luar biasa itu? Ayo kita mengaca, mengaca pada realita, sesuatu yang ditanamkan buruk untuk kita, dicap kejahatan, malah memberikan kemuliaan dan keadilan. Kita lihat bagaimana sistem yang kita anggap ideal malah memberi kesempatan pada siapapun untuk hidup merubah nasib. Tidak hanya nasib orang-orang berduit dan berkuasa, namun juga kaum sederhana.<br />
Ayo lah kawan semua, sungguh mata kita harusnya terbuka. Sungguh pikiran kita harusnya tergelitik. Sungguh jiwa kita harusnya meratap. Begitu banyak kebaikan dari sesuatu yang kita anggap keburukan. Tidak usahlah kita membahas dan melihat terlalu dalam keburukan orang lain, lihatlah bahwa kita juga masih mempunyai begitu keburukan.<br />
Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat. Karena pandangan saya hanya terbatas.<br />
&#8220;Man beginning to explore the galaxy. But how much remains undown on earth?&#8221; -Mikhail Gorbachev</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/'>Menuju Kesempurnaan</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/pelajaran-hidup/'>Pelajaran Hidup</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=72&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/10/02/ideologi-kemuliaan-dibalik-keburukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluh, Harapan, dan Syukur</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/22/keluh-harapan-dan-syukur/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/22/keluh-harapan-dan-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 14:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menuju Kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mozaik Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini yang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Pernah terbayang kah dipikiran kita selama ini, bagaimana jika saatnya nanti, roda kehidupan kita berputar dan kita mau tidak mau harus berada di sisi yang terbawah. Dimana kita merasa diri kita terinjak-injak oleh harga diri dan ego kita sendiri. Bahkan saat senyum kita hanya simbol yang tersungging diwajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=68&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ini yang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Pernah terbayang kah dipikiran kita selama ini, bagaimana jika saatnya nanti, roda kehidupan kita berputar dan kita mau tidak mau harus berada di sisi yang terbawah. Dimana kita merasa diri kita terinjak-injak oleh harga diri dan ego kita sendiri. Bahkan saat senyum kita hanya simbol yang tersungging diwajah kita dengan segala kemirisan dan kepedihan yang kita rasakan. Saat setiap tetes peluh yang kita keluarkan hanya sebagai wujud setiap peratapan kita. Dengan setiap pikiran dalam otak kita berisi ketidak percayaan atau ratapan. Semua tegangan otot kita hanya gerak tidak berdaya. Itu adalah saat waktu menang, dan kita pecundang.</p>
<p>Saudara kita juga ada yang masih tidak seberuntung kita. Saudara kita juga masih dapat tersenyum ceria dengan segala keterbatasan. Dan mereka telah menjalani itu lebih lama dari yang bisa kita bayangkan. Apakah keluhan mereka lebih keras dari keluhan kita? Tidak. Apakah sang waktu juga yang berkuasa dan membuat mereka terbiasa? Tidak. Tapi, hanya dengan kepercayaan dalam mimpi mereka lah yang membuat mereka masih bersyukur. Hanya dengan pasrah dan ingat kuasa Tuhan lah mereka masih bisa hidup dengan kesederhanaan. Hanya dengan kerja keras lah kebahagiaan terlunaskan.<span id="more-68"></span></p>
<p>Namun kita harus malu saat kita mengeluh. Kita harus tertunduk saat kita mengumpat segala ujian yang diberikan sang maha kuasa. Kita harus menoleh kebelakang dan bersyukur kita masih diberikan waktu untuk melihat kesalahan kita. Kita harus tegak untuk menghadapi semua dengan percaya akan menjadi lebih baik.</p>
<p>Saya baru saja membaca sebuah kalimat yang membuat saya tersendak sekaligus malu dan sedih. Kalimat tersebut sangat sederhana, namun makna sangat dalam saat saya membacanya, bahkan saat saya membacanya sekilas saja. Kalimat tersebut berbunyi :</p>
<blockquote><p><em>&#8220;&#8230; mengucapkan rasa terima kasih sendiri merupakan suatu rahmat yang diberikan kepada hamba Allah yang untuk itu ia pun wajib berterima kasih&#8230;&#8221; </em></p></blockquote>
<p>Sebuah kalimat indah yang sada dapatkan dari sebuah buletin dari lembaga dakwah fakultas di kampus saya. Kalimat yang membuat saya berpikir dalam dan jauh lebih dalam dengan segala permasalahan yang sedang saya hadapi sekarang ini. Sesuatu oasis yang membuat saya terbangun dalam lamunan perjalanan ini. Betapa kita hanya sesosok makhluk lemah tiada daya yang bahkan rasa syukur merupakan suatu yang tidak mampu untuk kita berikan. Terima kasih yang dapat kita berikan sesungguhnya adalah pemberian dari Dzat yang maha memiliki. Kita bahkan seharusnya berterima kasih kepada-Nya karena kita masih dapat diberikan itu.</p>
<p>Sungguh saya adalah orang yang buta selama ini. Buta akan keadaan, buta karena kesombongan, dan buta karena merasa saya telah melihat. Jika berkaca dari kalimat yang saya kutipkan diatas, bahkan seharusnya saya sadar bahwa masalah yang sedang saya menghadang, segala kesulitan dan tantangan adalah sesuatu rahmat dari Allah swt yang wajib kita syukuri karena Allah swt masih sudi memperhatikan saya dan memberikan saya cobaan. Bahwa seharusnya dengan rasa syukur yang tiada habisnya merupakan jalan keluar dari segala permasalahan yang ada.</p>
<p>Dan yang terakhir, saya ingin minta maaf atas segala kesalahan saya selama ini. Mudah-mudahan dengan momen Idul Fitri yang sudah lewat kemarin, kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/'>Menuju Kesempurnaan</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/mozaik-hati/'>Mozaik Hati</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/pelajaran-hidup/'>Pelajaran Hidup</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=68&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/22/keluh-harapan-dan-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Santai Bebas Yang Tertuntut</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/09/santa-bebas-yang-tertuntut/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/09/santa-bebas-yang-tertuntut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 05:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Serpihan Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingat tentang kejadian yang sempat membuat saya semangat buat berpikir dan menyampaikan isi pikiran. Yah, isi pikiran teman saya berbeda dengan isi pikiran saya, jadi niatnya sih saya ingin tukar pikiran biar bisa membuka sudut pandang saya. Tapi mungkin gara-gara saya orangnya cukup ngotot, jadi teman tidak menanggapi dengan sepenuh hati. Memang dasar cewek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=60&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingat tentang kejadian yang sempat membuat saya semangat buat berpikir dan menyampaikan isi pikiran. Yah, isi pikiran teman saya berbeda dengan isi pikiran saya, jadi niatnya sih saya ingin tukar pikiran biar bisa membuka sudut pandang saya. Tapi mungkin gara-gara saya orangnya cukup ngotot, jadi teman tidak menanggapi dengan sepenuh hati. Memang dasar cewek mungkin ya, kalau tidak cocok dengan perasaan dia, jadi tidak semangat menanggapi.</p>
<p>Namun, itu cerita dibalik permasalahan ini yang tidak usah kita bahas lebih lanjut. Yang jelas saya jadi dapat ide untuk menulis lagi di Blog ini, terima kasih banyak untuk dia.</p>
<p>Tulisan ini mengenai kehidupan yang santai. Teman saya itu mengatakan kalau buat apa hidup terburu-buru selama masih bisa santai. Saya dengan separo ceplas-ceplos membenarkan, namun juga anehnya mengajak diskusi, memang dasar saya, cowok melankolis dengan tingkat berpikir menggunakan logika dan mengesampingkan perasaan. Jawaban saya waktu itu, &#8220;Memang benar, tapi selama kita tidak dituntut&#8230; Tapi kapan sih kita tidak dituntut?&#8221; <span id="more-60"></span></p>
<p>Niat mengajak perang juga, walaupun saya tidak sadar juga kenapa ngomong itu. Lucunya lagi dia hanya menjawab dengan senyuman, yang kemudian saya tanya lagi kenapa dia senyum, seolah-olah saya emang niat ngajakin dia perang. Perang ide juga tidak apa-apa kan? Siapa tahu nanti pikiran menjadi lebih terbuka.</p>
<p>Dia menjawab kalau pertanyaan saya tadi adalah pertanyaan retoris, dia juga menambahkan bahwa manusia itu sebenarnya selalu mempunyai pilihan untuk berbuat sesuatu. Pilihan yang dia maksud ialah pilihan untuk hidup bebas, <span style="text-decoration:underline;">santai</span>, pasti, namun dengan tanggung jawab yang siap diberikan jika kelak ada yang mempermasalahkannya. Karena saya merasa pertanyaan saya belum terjawab atau bahkan pernyataan tersebut belum menjawab pertanyaan saya, saya kembali bertanya yang menurut saya, saya membutuhkan pikiran lain untuk memperluas sudut pandang saya yang terbatas ini. Saya kembali menanyakan padanya apakah pilihan itu murni pilihan kita atau masih saja terbentur dengan sesuatu yang membatasi kita sehingga akhirnya kita tidak dapat membuat pilihan yang bebas seperti yang kita inginkan.</p>
<p>Dengan pertanyaan itu, saya juga memberikan sebuah analogi yang menurut saya cocok dengan permasalahan di atas. Yaitu saat kita membuat pilihan kita masih terbentur sesuatu yang membatasi, dalam hal ini adalah peraturan. Saya menggambarkan bahwa kita tidak dapat seenaknya memakai sandal saat pergi ke kampus, ke tempat kerja, atau kemana pun yang berbau formal. Padahal dalam diri kita sebenarnya merasa nyaman jika menggunakan sandal, orang lain mungkin akan berpikiran sama jika dia juga merasa dia merasa nyaman dengan memakai sandal. Namun apa, pada kenyataannya kita hidup, kita tidak dapat melakukan semua itu walaupun sebenarnya itu adalah pilihan kita, itu adalah keinginan kita untuk santai, namun masih ada peraturan yang menuntut kita, masih ada yang membatasi kita.</p>
<p>Dia kemudian menjawab dengan kata-kata yang saya ketahui belakangan sebagai kata-kata terakhir dia, mungkin dia marah, mungkin dia malas menanggapi, mungkin juga dia tidak nyaman. Sebenarnya saya sempat tidak habis pikir juga dengannya, diskusi saja tidak mau, separo marah, namun juga separo membiarkan. Saya tidak mau berurusan dengan cewek jika itu tidak pas dengan perasaannya. Jawaban terakhirnya itu adalah, <span style="text-decoration:underline;">bebas tidak sama dengan semaumu</span>.</p>
<p>Sempat terbesit dalam pikiran, apa sih sebenarnya definisi bebas itu? Saya iseng-iseng mencari di Google dan menemukan Kamus Besar Bahasa Indonesia, saya mencari kata bebar dan diberikan definisi seperti ini:</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;be·bas</strong> /bébas/ <em>a</em> <strong><span style="text-decoration:underline;">1</span></strong><span style="text-decoration:underline;"> lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dsb sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dsb dng leluasa)</span><em>; </em><strong>2</strong> lepas dr (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dsb)<em>;</em> <strong>3</strong> tidak dikenakan (pajak, hukuman, dsb)<em>;</em> <strong><span style="text-decoration:underline;">4</span></strong><span style="text-decoration:underline;"> tidak terikat atau terbatas oleh aturan dsb</span><em>;</em> <strong>5</strong> merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing)<em>;</em> <strong>6</strong> tidak terdapat (didapati) lagi&#8212; <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia, pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/</em>&#8220;</p></blockquote>
<p>Penggalan kamus besar tersebut saya hilangkan contoh kaliamat yang diberikan. Dan saya memberikan penekanan dalam hal ini adalah garis bawah pada definisi yang saya anggap cocok dengan analogi saya dan pikiran saya. Bebas bisa berarti lepas dari aturan, namun apakah kita pernah bebas dari aturan? Bebas bukan berarti semau kita, namun bebas itu dalah kita dapat melakukan semua hal dengan semau kita, sama seperti definisi dari KBBI nomor 1. Jujur saja saya bingung, dengan pikiran saya sendiri, dan dengan pola pikir teman saya itu.</p>
<p>Untuk penutup percakapan saya dengannya, saya memberikan analogi ini : kalau begini, free parking, kita bebas lho mau parkir bagaimana, tapi pada kenyataannya ada batas buat parkirnya kan? Kita tidak bisa memposisikan kendaraan kita menyerong kan? Terbentur peraturan juga kan?</p>
<p>Dia tidak membalas kata-kata saya tersebut, entah mengapa, apakah saya terlalu salah sehingga saya tidak pantas dibenarkan? Ataukah saya terlalu benar sehingga tidak pantas disalahkan? Yang saya tahu saya tidak sesempurna itu. Namun mengapa dia tidak mau menjawab lagi? Apakah pikiran saya terlalu keruh? Apakah dia merasa dia benar dan merasa malas menanggapi saya lebih lanjut? Atau dia merasa salah dan menggap saya benar dan tidak perlu dibalas? Yang jelas ini kesekian kalinya saya merasa benar-benar dibingungkan dengan segala tingkah polah makhluk tuhan yang bernama wanita.</p>
<p>Sebuah isi pikiran saya yang masih belum mendapat jawaban, kita tidak pernah santai, kita tidak pernah bebas, kita tidak pernah dapat melakukan suatu hal pun tanpa terbelunggu peraturan, sesuatu yang menuntut kita, sesuatu yang membatasi setiap tindakan kita, benar atau pun salah. Karena itulah peraturan ada. Kadang kebebasan yang benar-benar bebas kita rindukan, namun kadang orang menggap itu adalah sesuatu yang tidak logis karena kita selama ini selalu terkurung dalam pikiran yang terbelenggu. Jujur saja saya iri dengan para seniman yang dapat mengekspresikan kebebasan yang dia miliki tanpa peduli kata orang lain. Saya iri karena setiap saya melakukan sesuatu yang menurut saya, saya bebas melakukan itu, namun orang lain akan segera menganggap saya aneh, <em>freak</em>, atau diluar batas. Andai saja dunia ini tidak ada batas seperti itu, pasti tiap orang bebas mengekspresikan apa adanya dirinya tidak akan dianggap aneh. Andai saja demokrasi benar-benar membebaskan isi pikiran kita, tanpa memperdulikan apa komentar atau cemooh orang lain kemudian.</p>
<p>Mungkin yang membaca blog ini punya opini sendiri yang bisa menyadarkan saya, atau sekedar setuju dan tidak setuju dnegan pendapat saya, saya menunggu komentar pembaca ini.</p>
<p>Sebagai penutup, ini hanya coretan saya dan sekedar membagi pengalaman dan isi cerita saya saja. Sama sekali tidak berniat menggurui apalagi menyinggung perasaan orang lain. Jika ada yang merasa tersinggung dengan tulisan saya ini, saya benar-benar minta maaf. Jika teman saya yang memberikan saya ide menulis ide ini merasa tersinggung, saya juga mohon maaf, saya hanya menyampaikan pikiran saya saja, sehingga suatu saat mungkin kamu mau menyampaikan pikiranmu dengan penuh.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/serpihan-pengalaman/'>Serpihan Pengalaman</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=60&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/09/santa-bebas-yang-tertuntut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembali Dalam Pelukan</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/04/kembali-dalam-pelukan/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/04/kembali-dalam-pelukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 06:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mozaik Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi, sewaktu menjemur cucian, saya berhenti sebentar dan mengamati cucian saya sambil merenggangkn otot-otot yang menegang sewaktu mencuci. Disana, pikiran-pikiran datang bersliweran dikepala saya. Akhirnya saya mendapatkan pikiran yang bisa saya angkat menjadi tema tulisan saya ini. Saat itu saya melihat bulir-bulir air berkejaran menelusuri ujung bawah selimut yang baru saja saya jemur. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=54&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi, sewaktu menjemur cucian, saya berhenti sebentar dan mengamati cucian saya sambil merenggangkn otot-otot yang menegang sewaktu mencuci. Disana, pikiran-pikiran datang bersliweran dikepala saya. Akhirnya saya mendapatkan pikiran yang bisa saya angkat menjadi tema tulisan saya ini. Saat itu saya melihat bulir-bulir air berkejaran menelusuri ujung bawah selimut yang baru saja saya jemur.</p>
<p>Saya mengambil benang merah dari sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah tersebut. Saya berpikir, kenapa air mempunyai harmoni dan keindahan luar biasa saat berebut menyentuh bumi? Entah apa karena pikiran saya sedang terfokus pada satu hal yaitu mudik karena saya adalah anak rantau yang jauh dari orang  tua, saya hanya dapat melihat dengan sudut pandang <em>&#8220;menuju pelukan ibu&#8221;</em>.<span id="more-54"></span></p>
<p>Bagai air tersebut yang bersaut-sautan berebut untuk dapat menyentuh dan kembali pada ibu mereka, Bumi. Bagai air tersebut yang terlihat berkilau ceria karena akan segera menyatu kembali dengan ibu mereka, Bumi. Bagai air tersebut yang menanti kapan mereka akan menyentuh ibu mereka dengan bergantungan sabar. Itu lah yang dapat saya petik jika melihat fenomena dan kebudayaan bangsa kita, budaya mudik. Saat dimana orang-orang rantauan dapat berkumpul dan berbahagia kembali dengan keluarga mereka, dapat menginjakkan kaki kembali ditanah kelahiran mereka, dan kembali memeluk ibu bapak mereka seraya bersimpuh mohon maaf atas semua kesalahan yang telah diperbuat. Kesalahan seorang anak pada ibu bapak mereka, pada orang yang selalu memberi segalanya bagi anak, bahkan nyawa mereka sendiri.</p>
<p>Mungkin karena saya telah menyadari bagaimana arti mudik dan kembali kedekapan orang tua karena telah mudik beberapa kali. Setelah saya tahu bagaimana rasanya saat jauh dari ibu bapak. Betapa berartinya momen-momen disaat kita dapat bertemu dan bercengkrama kembali dengan mereka. Satu hal yang tidak ada hal lain yang dapat menandinginya,berapa pun harganya. Jadi saya telah mengerti bagaimana perasaan orang-orang yang rela berdesak-desakan untuk sekedar pulang kampung, di dalam kereta api, bus, atau kapal laut. Bagaimana perasaan orang-orang yang mau untuk menunggu arus jalan kembali mengalir karena terhadang macet. Bagaimana juga perasaan orang-orang yang dengan hati gembira membayar harga tiket yang naik berkali-kali lipat. Semua itu hanya dengan satu tujuan dan satu perasaan bahagia, akan kembali dalam pelukan ibu bapak mereka.</p>
<p>Terakhir, saya ingin mengucapkan selamat mudik bagi orang-orang yang mudik. Semoga selamat menuju kehangatan suasana keluarga besar. Semoga tidak ada halangan suatu apa.</p>
<p>Ucapan yang hanya dapat saya sampaikan, &#8220;Ibu, Bapak, saya pulang&#8230; Tunggu saya&#8230; Doakan saya&#8230;&#8221;</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/mozaik-hati/'>Mozaik Hati</a>, <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=54&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/09/04/kembali-dalam-pelukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kambing Hitam Pemborosan Sewaktu Hemat</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/08/30/kambing-hitam-pemborosan-sewaktu-hemat/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/08/30/kambing-hitam-pemborosan-sewaktu-hemat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 15:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekedar Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa kasus musiman yang kadang janggal yang kita alami selama hidup ini. Kasus musiman yang mungkin sudah dianggap biasa saja karena itu termasuk dalam budaya kita. Namun apakah budaya musiman itu adalah sesuatu yang baik? Apakah budaya yang kita kenal selama ini semua mengandung nilai-nilai yang mendidik? Atau malah akan memutar balikkan pikiran kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=49&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa kasus musiman yang kadang janggal yang kita alami selama hidup ini. Kasus musiman yang mungkin sudah dianggap biasa saja karena itu termasuk dalam budaya kita. Namun apakah budaya musiman itu adalah sesuatu yang baik? Apakah budaya yang kita kenal selama ini semua mengandung nilai-nilai yang mendidik? Atau malah akan memutar balikkan pikiran kita atau bahkan akan membuat kerja otak kita menjadi tertuju pada satu hal dan tidak menganggap adanya sudut pandang lain, bahkan sudut pandang keilmiahan?</p>
<p>Kasus ini yang di dalam masyarakat Jawa menjadi budaya yang sangat sakral, bukan bermaksud untuk menjelekkan budaya ini, namun ingin mengetahui lebih jauh karena pengetahuan saya mengenai budaya ini juga seperti masyarakat kebanyakan. Budaya yang saya maksud adalah budaya <em>nglarung </em>sesaji. Nglarung yang saya maksud ialah pada saat tanggal-tanggal tertentu pada bulan-bulan jawa yang dianggap sakral maka akan diadakan upacara yang isinya penyembelihan kerbau yang kemudian kepala kerbau tersebut dihanyutkan di laut selatan beserta sesaji lain seperti makanan dan lain-lain. Pengetahuan saya sepanjang ini adalah hal tersebut dianggap <em>syirik</em> dalam Islam karena mempercayai pelindung selain pelindung mutlak kita, Allah swt.<span id="more-49"></span></p>
<p>Tidak hanya berhenti disitu saja, namun yang membuat saya bingung adalah saat upacara nglarung tersebut, sesaji tidak tinggalnya didoakan yang doanya ditujukan pada Allah swt padahal sesaji ditujukan pada selain Allah swt. Sungguh ironis menurut saya dimana menyatakan sesuatu yang dibenci Allah swt di depan Allah swt sendiri. Tidak masuk akal dan tidak dapat dinalar. Budaya itu yang kemudian menurut saya membutakan pikiran masyarakat jawa pada umumnya untuk menyangkutpautkan sesuatu yang aneh di dunia ini yang sebenarnya dapat dijelaskan dengan keilmuan atau sains namun kemudian menjadi mutlak menjadikan masalah ini sebagai akibat dari hal-hal gaib yang tidak dapat dijelaskan akal sehat.</p>
<p>Ada lagi yang saya tidak dapat menyambungkan benang merah dari kasus ini, sesuatu yang lebih tidak masuk akal lagi. Di suatu daerah di Jawa, bahkan orang yang mendoakan sesaji sebelum dihanyutkan tersebut adalah sesepuh keagamaan daerah itu. Bagi orang-orang yang kritis dan berpikir dengan sudut pandang yang berbeda dan tidak asal menerima informasi yang ada secara mentah-mentah, pasti akan bingung dan tidak akan mengerti hal tersebut. Bagaimana seseorang yang dianggap baik agamanya malah ikut dan bertindak dalam hal tersebut? Bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan seseorang atau lembaga, namun yang kembali saya menegaskan bahwa saya ingin mengetahui lebih lanjut, karena saya menulis ini dari sudut pandang orang biasa yang menanyakan kejelasan dari apa yang saya pikirkan.</p>
<p>Namun saya tidak akan membahas masalah itu secara panjang lebar karena keterbatasan pengetahuan saya juga. Sebenarnya saya ingin membahas tentang ini. Jreng&#8230; jreng&#8230; jreng&#8230;.</p>
<p><a href="http://pradipta25.files.wordpress.com/2010/08/kolak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-50" title="kolak" src="http://pradipta25.files.wordpress.com/2010/08/kolak.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Benar sekali, Kolak Pisang yang sangat lezat. Kolak yang biasanya umum kita jumpai disaat puasa ini. Namun saya tidak akan membahas bagaimana cara pembuatan atau bahkan resep rahasia kolak super enak. Karena saya tidak jago dalam hal itu. Disini saya sebenarnya ingin menceritakan pikiran saya, seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Saya ingin mengajukan ide-ide kecil yang ada dipikiran saya ini.</p>
<p>Terbesit dipikiran saya, entah hanya saya saja yang mengalami, atau ada orang yang mengalami juga karena saya sempat mendengar keluhan dari beberapa orang juga. Keluhan, yang sebenarnya bukan keluhan juga, hanya pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab atau karena jawabannya terlalu membingungkan. Pertanyaan itu adalah, <em>&#8220;Kenapa waktu puasa yang harusnya pengeluaran sedikit, malah pengeluaran membengkak?&#8221;</em></p>
<p>Jika kita selidiki, saat puasa kita hanya makan sebanyak dua kali sehari, itu pun jika saat sahur kita makan. Karena saya menemukan bahwa orang-orang tertentu memilih tidak makan makanan besar, hanya minum atau ngemil sesuatu yang tidak mengenyangkan. Jadi bisa kita simpulkan, makanan yang mengenyangkan hanya kita makan saat berbuka puasa.</p>
<p>Namun pengeluaran kenapa bisa membengkak? Apakah dengan satu atau dua kali makanan besar akan membuat kita merogoh kocek dalam-dalam? jawabannya tentu saja tidak. Atau karena kita separuh mewajibkan ada sosok kolak pisang atau es buah pada saat berbuka puasa? Sungguh tidak adil rasanya jika kita menkambinghitamkan kolak pisang untuk keborosan kita. Atau kita berboros-boros ria dalam membalas jadwal makan siang kita yang menjadi tiada gara-gara puasa? Kembali sebuah ibadah dikambing hitamkan. Sangat tidak patut.</p>
<p>Namun pertanyaan tetap saja menggantung. Apa yang membuat kita merogoh kocek sedemikian dalam padahal inilah saat kita berhemat? Apa gara-gara buka bersama yang sering diadakan sekarang-sekarang ini? Yang notabene harus kita mengeluarkan sejumlah uang, mungkin sebesar lima belas sampai dua puluh ribu rupiah. Bagi saya yang tinggal sebagai mahasiswa dan kost, uang tersebut dalam hari-hari biasa cukup untuk makan sehari. Namun pada saat buka bersama, hal itu hanya untuk makan satu kali, tentu dengan porsi yang berbeda dari biasanya. Namun apakah itu yang mengharuskan kita mengambil uang lebih banyak dari dompet? Saya tidak dapat memberikan jawaban. Semua tergantung kepada pribadi masing-masing.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/sekedar-coretan/'>Sekedar Coretan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=49&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/08/30/kambing-hitam-pemborosan-sewaktu-hemat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pradipta25.files.wordpress.com/2010/08/kolak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kolak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alam Pun Berbicara</title>
		<link>http://pradipta25.wordpress.com/2010/08/25/alam-pun-berbicara/</link>
		<comments>http://pradipta25.wordpress.com/2010/08/25/alam-pun-berbicara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 13:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pradipta25</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelajaran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradipta25.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Mau cerita tentang kekuatan alam. Hebat sekali Allah swt yang telah merancang sedemikian rupa alam ini sehingga memiliki kekuatan yang menabjubkan yang bahkan dengan sains modern yang paling hebat pun tidak dapat mengalahkan kekuatan alam. Allah adalah designer dan arsitek yang luar biasa, yang dengan kekuasaannya menyisipkan sedikit sekali kekuatannya pada alam yang bahkan masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=45&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau cerita tentang kekuatan alam. Hebat sekali Allah swt yang telah merancang sedemikian rupa alam ini sehingga memiliki kekuatan yang menabjubkan yang bahkan dengan sains modern yang paling hebat pun tidak dapat mengalahkan kekuatan alam. Allah adalah designer dan arsitek yang luar biasa, yang dengan kekuasaannya menyisipkan sedikit sekali kekuatannya pada alam yang bahkan masih kita anggap sangat kuat.</p>
<p>Kenapa saya mendapat ide ini? Saya mendapatkan ide menulis ini setelah melihat film kolosal yang berjudul Red Cliff dan Muhammad : The Last Prophet. <span id="more-45"></span>Beberapa hari yang lalu saya melihat film Red Cliff yang terdiri dari dua seri. Red Cliff sendiri ialah sebuah tempat di China dimana peperangan pada masa Tiga Kerajaan terjadi. Film tersebut mengisahkan mengenai Perdana Mentri pada saat itu yang bernama Cao Cao yang berambisi menguasai seluruh dataran China. Dia menyerang China bagian selatan dengan segala ambisinya. Namun China bagian selatan yang bersekutu dengan Kerajaan lain dapat menahannya dan mereka berperang di Red Cliff tersebut. Disini digambarkan bagaimana para penyusun strategi berperang pada saat itu dengan segala ilmu pengamatannya menilai situasi dan menerapkan pola-pola perang dengan meniru kekuatan alam. Digambarkan bagaimana sebuah pasukan yang membentuk sayap angsa untuk menyambut musuh yang datang. Digambarkan juga bagaimana sebuah pola cangkang kura-kura dapat menahan pasukan musuh bahkan sekaligus melakukan penyerangan. Dan puncak dari itu semua adalah pembacaan cuaca dan arah angin yang digunakan untuk menyerang. Sangat teliti dan sistematis pengukurannya, dengan segala harmoni yang alam bawa, sangat hebat kekuatan yang akan ditimbulkan, untuk menyerang ataupun bertahan.</p>
<p>Kemudian kemarin malam, saya melihat film animasi yang mengisahkan tentang perjalanan hidup yang sangat berpengaruh di dalam dunia Islam. Beliau tentu saja adalah Muhammad SAW. Film animasi tersebut memang telah dibuat pada tahun 2002, namun saya baru menonton sekarang setelah mengunduh dari situs unduhan film gratis. Di film itu diceritakan bagaimana keadaan Mekkah sebelum Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul Allah swt yang kacau balau. Disana pula diceritakan bagaimana perjuangan Muhammad SAW yang dengan pantang menyerah mengerahkan segala daya upaya mengajarkan agama Allah swt yang sangat ditentang oleh para pemimpin kaum Quraish. Disana juga saya melihat bagaimana kaum Islam yang walaupun baru memeluk Islam, namun didalam hatinya telah tertancap kuat nilai-nilai Islam sendiri. Bahkan dengan berbagai siksaan yang diterima dari kaum Quraish yang tidak lah ringan. Sampai akhirnya diceritakan pada perang yang mempertahankan kota Madinah, perang parit (saya lupa namanya,:)) saat kaum Quraish dengan  10.000 tentara mengempur dengan segala kekuatan, Muhammad SAW memohon kepada Allah swt untuk mendatangkan badai pasir yang dapat mengguncangkan kaum Quraish dan ditunjukkan pula bahwa berhala yang disembah Abu Jahal untuk memberikan kekuatan pada saat perang tidak lah mempunyai kuasa apa-apa. Badai pasir pun datang mengguncang kaum Quraish dan melindungi kaum Muslim yang akhirnya mendapatkan kemenangan dan Abu Jahal pun tidak lama kemudian menjadi Muslim.</p>
<p>Disitulah saya dicerahkan, bagaimana maha kuasanya Tuhan yang telah menciptakan alam ini dan bagaimana kecilnya dan tidak berdayanya manusia bahkan dihadapan sesama ciptaan Tuhan, yaitu alam. Alam dengan segala misteri yang menyelubunginya akan memberikan kita kekuatan atau bahkan kehancuran jika kita melakukan hal yang setimpal kepadanya. Disana saya diingatkan kembali untuk bersama-sama bersinergi dengan alam, karena alam adalah kehidupan kita. Sama seperti bumi ini, bumi yang merupakan tempat kita dilahirkan, dibesarkan, dan dididik ini sebagai rumah kita. Maka dari itu kita harusnya menjaganya dan merawatnya karena alam ini merupakan amanah yang diberikan kepada kita untuk dirawat yang dikemudian hari akan kita serahkan pada anak cucu kita.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pradipta25.wordpress.com/category/menuju-kesempurnaan/pelajaran-hidup/'>Pelajaran Hidup</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradipta25.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradipta25.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradipta25.wordpress.com&amp;blog=14611947&amp;post=45&amp;subd=pradipta25&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradipta25.wordpress.com/2010/08/25/alam-pun-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/981f088eb4ff66cc3f0346654b2b81fc?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pradipta25</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
