
Bersyukur Atas Kebodohan
October 29, 2010Sebuah syukur dulu saya berikan kepada Allah swt karena telah memberikan apa yang telash saya terima selama ini. Saya sangat beruntung karena masih dapat menikmati dan menggunakan seluruh nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada saya selama ini. Sungguh tak ada sedikit pun sesuatu yang lolos dari perhatiannya. Bahkan saya masih dapat menulis di blog ini sekarang termasuk syukur yang luar biasa yang telah Ia berikan kepada saya.
Sebenarnya saya menulis ini dalam keadaan mood yang turun, namun semoga saya masih ingat untuk mengucap dan merasa syukur kepada Allah telah memberikan semua ini. Bahkan syukur yang saya rasakan ini, saya masih merasa bersyukur untuk dapat memanjatkannya.
Kenapa saya merasa mood saya turun adalah sebuah tindakan yang benar-benar bodoh. Saya sebegitu hilang kontrolnya atas diri saya sendiri, sebuah kontrol yang sebenarnya saya pegang, bukan yang memegang saya. hal tersebut adalah saya merasa sebagai orang paling pengecut di dunia ini. Saya orang yang tidak dapat mengungkapkan apa yang saya rasa. Hanya lewat tulisan ini saja saya dapat menceritakan semuanya. Saya sungguh telah bodoh bertindak. Namun semua ini benar-benar mengganggu saya padahal saya ingat bahwa Allah tidak akan memberikan sesuatu yang buruk kepada saya, bahkan cobaan yang saya tidak bisa atasi.
Semua perasaan dan energi negatif yang ada disini hanya akan mengganggu orang lain. Namun apa yang akan terjadi jika saya pendam semua ini. Akan menghancurkan saya kah? Atau bagaimana jadinya jadinya jika saya ungkapkan ke orang lain? Apakah akan membuat kehancuran bagi orang lain lagi.
Saya tidak dapat membedakan baik dan benar dalam tindakan saya. Saya adalah orang yang berpikiran kadang berbeda dengan orang kebanyakan. Jadi jika ada orang lain yang merasa tersinggung atas tindakan saya, saya tidak bermaksud untuk melakukannya. Hanya karena jalan pikiran saya yang berbeda dengan orang lain lah yang membuat orang lain merasa saya salah. Namun saya menikmati semua itu. Ini lah diri saya apa adanya, terima atau tidak, semua adalah pilihan orang.